Senin, 20 Februari 2012

POCONG MINTA DISUNAT



POCONG
MINTA
DISUNAT





NOVEL
by
JOHN MATHEW



Bab 1
Gugun adalah seorang pemuda baik
Gugun Suhendro , yang biasanya dipanggil Gugun adalah  seorang pemuda yang berusia 21 tahun  yang baik,bersahaja, dan sangat patuh sama ibu dan bapaknya.Gugun adalah anak pertama dari ketiga bersaudara. Dia menjadi panutan buat adik-adiknya. Adiknya Gugun itu bernama Andi suderajat Dan Desy cahayani. Mereka baru  berusia 16 tahun dan 13 tahun. Mereka semua tinggal di cileunyi,bandung. 
Kegiatan Gugun setiap harinya menjual opak yang dibuat oleh ibunya tersebut.ternyata Gugun burungnya juga belum di sunat.
Gugun itu tamatan SMA saja, sedangkan  adiknya masih bersekolah. Ternyata Gugun sebagai kakak yang bertanggung jawab untuk membiayai adik-adiknya untuk menyelesaikan sekolahnya.
SUATU HARI, ibunya berkata kepada Gugun "Gun, kalau ibu punya uang lebih akan ibu sekolahin kamu ke perguruan tinggi." kemudian Gugun menjawabnya " sudah, ibu gak usah berkata itu, toh nanti Gugun cari uang sendiri buat melanjutkan ke perguruan tinggi." Dan ibunya berkata lagi " Gun, maaf yah,ibu juga gak sempat sunatin kamu."  Saat itu ibu sibuk kerjaan dan ngurusin adik-adik kamu ,dan uangnya juga gak cukup buat sunat, jadinya ibu gak kepikiran sunatin kamu sampai sekarang." Gugun menjawabnya " iya ibu,jangan sedih yah.Gugun akan tetap mencari uangnya buat sunat. "Ibu,Gugun pergi dulu yah ingin  jualan opak" tutur Gugun sambil sungkem tangannya. Tak lupa Gugun juga sungkem keapada bapaknya juga yang berada di luar yang sedang baca koran sambil  minum kopi hitam.
Gugun berjualan opak di dekat sekolahan. di sekolahan tersebut banyak ibu-ibu yang sedang duduk dan sambil ngerumpi d halaman sekolah.Saat kedatangan Gugun, ibu-ibu tersebut mengodainya. Salah satu ibu berkata "eh brondong kesini dong. ngumpul ama kami". Kemudian Gugun menghampiri ibu-ibu yang sedang ngerumpi tersebut. Sambil Gugun menawarkan jualan opaknya " ibu,ada yang mau opak" , kemudian ada ibu yang langsung berkata genit kepada gugun yang bernama ibu genita,berusia 30 tahun,berbadan kurus bermuka cantik, belum menikah  " jangankan aku beli opak kamu,aku bisa membeli harga diri kamu." , semua ibu-ibu yang lain ketawa.. Gugun langsung menjawab dengan candaannya " berarti kalau ibu membeli harga diri saya,berarti ibu harus beli semua opak ku." Gimna ibu-ibu setuju ?, yang lain menjawab, "setuju" . ibu genita langsung berkata dengan semangat "berarti jika aku beli semua opak kamu." "harga diri kamu buat aku." Kemudian Gugun langsung menjawabnya " upps, ibu genita tidak semudah yang ibu ucapkan." ibu harus melewati 10 rintangan yang saya buat untuk anda." jika ibu tidak bisa melewatinya berarti ibu tidak bisa mendapatkan yang ibu inginkan,dan ibu akan gantikan saya saat berjualan opak ini selama seminggu  ."
Ibu genita langsung berani tantangan yang di ajukan oleh gugun. Kemudian ibu Genita berkata "emang 10 tantangan itu apa ?" .Gugun langsung menjawab pertanyaan  ibu Genita  tersebut dan memulaikan tantangan yang akan dibuat. pertama,harus push up sebanyak 100 kali. kedua, harus lari sebanyak 50 kali.ketiga, harus sit up sebanyak 100 kali. keempat, harus berdiri dengan 1 kaki sambil lidah menjulur seperti hewan anjing selama 3 jam. Kelima,harus menggodai para lelaki setiap yang lagi jalan sebanyak 50 orang. keenam, harus memberi penghormatan bendera merah putih di tiang selama 2 jam.ketujuh,harus makan pakai garam selama 1 hari.kedelapan,harus makan bunga melati sebanyak 100 bunga. kesembilan,harus meminum juice buah mengkudu sebanyak 1 liter. dan tantangan terakhir , harus memakan jengkol sebanyak 20 buah.
"Gimana ibu genita berani tantangan yang saya sebutkan tadi ?" tutur Gugun tersebut. kemudian Ibu Genita langsung menjawab dengan serius, "oke saya akan berani  terima tantangan anda." Gugun langsung berkata lagi " jika,anda tidak kuat menjalani tantangan tersebut akan gantikan saya berjualan dan  ibu tidak bisa mendapatkan harga diri saya. dan tantangan ini akan dilaksanakan selama 4 hari." Ibu genita menjawabnya "oke,saya berani terima tantangan kamu."
Setelah memberikan tantangan yang telah dibuat Gugun berpamit pulang kepada ibu-ibu yang hobinya ngerumpi dan ibu-ibu itu langsung menjawab "hati-hati di jalan yah berondong." Gugun langsung menjawab dengan muka berseri-seri "iya ibu , terima kasih. Gugun langsung menuju kerumah.Hasil jualannya telah habis dibeli sama ibu Genita tadi. total yang di dapat hari ini berjumlah 30 ribu saja. Gugun kembali ke rumah dengan berjalan kaki. Rumah sama sekolah sangat dekat. jadinya dia berjalan kaki.
Sesampai di rumah, uang tersebut di kasihkan ke ibunya. Sedangkan di rumahnya gugun ,di garasinya , dibuat sebuah warung. Gugun berkata kepada ibunya " ibu buat warung untuk apa ?" . Kemudian ibunya langsung menjawab "iya,nak ibu buat ini supaya hasil pendapatan kita supaya lebih banyak lagi."
ibu ,Gugun,andy , dan desy  membantu bapak membuat sebuah warung kecil yang ada di halaman rumah mereka. Mereka semua bersemangat untuk membangun warung tersebut. Mereka semua mengikuti kerangka denah rumah yang sudah dibuat oleh bapaknya.Waktu terus berjalan,warung semakin liat pondasi dan terlihat juga semakin berdiri bangunannya. Pembangunan warung tersebut di bantu oleh  tukang bangunannya.
Seminggu kemudian, warung tersebut sudah jadi menjadi bagus. Ibu dan bapak mencari makanan yang sangat cocok buat di warungnya dengan angkutan .  dan saya bersama dengan kedua adik gugun, menjaga rumah dan menunggu warung baru tersebut. 1 jam ibu dan bapak baru sampai rumah, dan ibu merapihkan warung dan membersihkan tempat tersebut sambil menaruh makanan atau bisa di sebut dengan jajanan di warung itu.
Kami semua membantu ibu membersihkan warung yang penuh debu, mulai dari menyapu dan mengepel kita laksanakan. Ibu dan bapak sangat senang saat saya membantunya. Setelah membereskan warung dengan rapi dan bersih.Gugun  langsung membuat kan kopi dan gorengan buat bapak dan jualan warung.
ibu sedang jaga di warung dan bapak sedang santai duduk di teras sambil membaca koran. Setelah membuatkan kopi dan gorengan,gugun langsung berjualan opak. Gugun langsung membawa opak jualan nya menuju ke sekolahan biasa yang ia jualan di sana.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar