dari jauh kulafadz salam dan do’a teruntuk bundaku tercinta… musim kemarau menyapa, dedaun gugur bersama ranting dan semua mata air pun mengering namun air matamu bunda mengalir deras tika mengantarkan langkahku meninggalkan ujung desa Bunda…. dengarlah rintihan hati anakmu diseberang tiada lagi ada yang peduli aku terjatuh terbawa gelombang kisah asmaraku yang lalu lukanya membekas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar